UI designer atau web devigner (bag-1)

Kawans, saya punya topik bahasan baru seputar spesialisasi Graphic Designer, yaitu User Interface Designer atau disingkat UI Designer.

Saat ini spesialisasi dunia desain grafis sudah sangat beragam. Mulai dari yang sudah sangat kita kenal, yaitu illustrator, yang segi artwork-nya sangat n-dewa. Hingga corporate ID designer yang level filosofinya tidak kalah n-dewa. Disini saya akan membahas tentang spesialisasi lain yang sebenarnya bukan hal yang baru namun belum begitu nampak ke permukaan, bahkan masih ada yang menyebut spesialisasi ini masih “entry level” untuk dunia graphic design. Spesialisasi itu adalah Web Designer, atau saat ini mulai ada yang menyebut Web Devigner, atau secara umum bisa disebut UI Designer (selanjutnya kita sebutnya UI designer aja ya, karena saya lebih suka itu).

bulding

Namun yang menarik, UI designer pola kerjanya bisa dianalogikan seperti Architect. Karena keduanya menggabungkan dua unsur yang sangat berbeda namun bila digabungkan akan sangat luar biasa, yaitu ART dan ENGINEERING. Dalam dunia arsitektur kedua elemen tersebut menghasilkan sebuah bangunan yang tidak hanya memiliki nilai artistik namun juga memiliki struktur dan keunggulan fungsional. Jadi bangunan yang dihasilkan tidak hanya menarik, tetapi juga harus mampu dibangun oleh para ENGINEER gedung supaya tidak hanya teronggok sebagai sebuah desain arsitektur, namun benar nyata sebagai sebuah bangunan yang bernilai. Lebih dari itu, architech dan UI designer akan bekerja menggunakan otak kanan dan otak kiri untuk mengkombinasikan ART and ENGINEERING (keren kan…).

Begitu juga dengan UI designer, dia dituntut untuk membuat sebuah karya yang nantinya dapat dibangun oleh para PROGRAMER, sehingga dapat diwujudkan menjadi aplikasi yang bermanfaat. Dari segi output yang dihasilkan saya menyebut ada dua UI designer, yaitu Game Apps dan Web Apps. (penjelasanya keduanya di artikel berikutnya saja ya, soalnya ini mau kenalan sama UI designer untuk WebApps hehehe…).  Kalau kita punya smartphone, baik itu yang berbasis android, iOS, maupun windows, akan kita temui banyak aplikasi yang bisa kita gunakan, mulai info perkiraan cuaca, social media, news, hingga yang sangat serius berupa aplikasi business implementation. Sekedar bocoran, banyaknya aplikasi yang ada, baik yang dibuat di dalam maupun di luar negeri adalah peluang untuk lapangan pekerjaan bagi para graphic designer dengan spesialisasi tersendiri. Ayo, bagi yang baru lulus atau akan lulus, bisa mulai melirik radar profesinya kesana 🙂

Back to topic, UI designer berkembang seiring dengan perkembangan dunia website. Ada anekdot yang melekat dalam dunia website di era 2000an, yang kurang lebih berbunyi : “kalo web itu dibuat oleh orang grafis memang menarik, tapi berat dan lemot aksesnya. kalo web yang dibuat orang IT (waktu itu) aksesnya kenceng tapi tampilanya tidak menarik”. Artinya, kalo disimpulkan webnya graphic designer pada masa itu secara tampilan cenderung bagus tetapi secara fungsional cenderung jelek. Namun sebaliknya website para programer itu secara fungsional cenderung bagus tapi secara tampilan cenderung jelek.

Nah disinilah peran UI designer menjembatani kedua variabel tersebut. Sehingga nantinya aplikasi atau web yang dihasilkan unggul secara fungsional dan tampilan.  Nah trus gimana tuh ? Jadi graphic designer memang dituntut untuk bekerja ala seorang architect, dengan tetap menjaga  aesthetic sense namun harus menambah technical sense. Perlu dicatat, UI designer tidak hanya membuat design di photoshop atau AI saja kemudian diserahkan ke programer, dan selanjutnya terserah programernya, itu salah BESAR…! UI designer, dituntut untuk mampu memahami technical dimension dari alpikasi yang ia buat. Contoh, UI designer harus mampu menerjemahkan desain yang dibuat dalam 3 device yang berbeda, yaitu : 1. desktop computer (termasuk laptop) 2. Tablet dan 3. Mobile Device (smartphone). Nah itu bagaimana caranya? itu hal yang dulu saya alami, (ya sampai sekarang juga sih… heheehe..)

design

Jadi mau tidak mau minimal UI designer dituntut paham (Hyper Text Markup Language) HTML, Cascading Style Sheet (CSS). dan sekarang mulai dituntut java. Wah kalo gitu UI designer gak sesuai dengan khitoh Graphic Designer donk ? Jawabanya adalah, UI designer adalah architect dalam versi yang lain hehehe… seorang architect saja dituntut mampu menghitung besaran pondasi dan kolom serta paham kekuatan struktur setiap bangunan hasil desainya, bukan hanya artwork desain bangunan..!! So, UI designer pun dalam posisi yang sama. Hasilnya, lihat berbagai macam desain aplikasi yang ada untuk aplikasi smartphone maupun corporate website yang hadir setelah tahun 2010. Dan tengok pula kecenderungan website-website yang menampilkan portofolio desain khususnya WebApps seperti dribbble.com.

Ini bagian dari pilihan spesialisasi profesi yang terus berkembang,

the world in your hand, itu slogan Telkom Indonesia 🙂
welcome UI Designer

Advertisements

One response to “UI designer atau web devigner (bag-1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s