Susahnya Mengendalikan diri sendiri…?

Sepertinya petuah yang biasanya disampaikan motivator Andri Wongso yang bunyinya (kalo gak salah) ” kalo anda keras pada diri anda maka dunia akan lunak pada anda, tapi kalo anda lunak pada diri anda maka duania akan keras pada anda” sedikit banyak menjadi gambara beta kompromi terhadap diri sendiri harus bener2 dipertimbangkan dengan sanagat. Mengatur dan mengendalikan orang lain relatif lebih mudah ketimbang mengatur diri sendiri. Sebabnya adalah karena kita bereperan ganda di situ. Kita mercencanakan, melakukan dan mengevaluasi apa yang kita lakukan sendiri. Kadang ketiga fungsi itu yang susah kita jalani secara obyektif. Kadang kita juga tak punya parameter yang jelas.

Tapi, betapapun mengendalikan diri itu sendiri lebih susah. Setidaknya dari sinilah saya mulai paham bagaimana menempatkan diri. Kapan saya harus menekan pedal gas, dan kapan saya harus menginjak kuat pedal rem. Meskipun kadang ngeremnya kebablasan, sampe bener berhenti dan perlu waktu untuk kembali memacu kecepatan. Sehingga ketidaknyamanan dengan diri sendiri menjadi kerumatan tersendiri.

Hal inilah yang saya rasakan akhir-akhir ini. Ketika saya menginjak pedal rem terlalu kuat, dampaknya masih membekas layaknya goresan ban di jalan. Untuk kembali memacu mesin dan kembali melesat aku harus kembali pindah ke gigi 1, kemudian gigi 2 dan seterusnya. Tapi ternyata, ketika saya mau pindah gigi 2, oli persneling bocor, dan di depan saya lampu merah udah menyala. Aku pun tak bisa mengejar orang2 di depan, dan untuk sekedar meminggirkan kendaraan dan memperbaiki oli persneling yang bocor pun susah. Belum lagi nanti ketika lampu sudah kembali menyala hijau. Orang2 dibelakang pasti akan berteriak2 tanpa peduli kesulitan yang saya hadapi. Sehingga sebuah kejengkelan dan kejenuhan yang teramat sangat membuat apa yang saya lakukan sangat mengecewakan (menurut saya).

Aku berharap,smua lekas berlalu dan ada orang yang masih mau berbaik hati membantu meminggirkan kendaraan yang mogok di tengah jalan ini. Syukur2 memberi short cut untuk memperbaiki semua ini. Tapi lebih penting adalah suntikan semangat dan optimisme. Semoga smua ini lekas berakhir. Amin.

Advertisements

2 responses to “Susahnya Mengendalikan diri sendiri…?

  1. wahahaha…
    opo’o leh.
    bingung dengan apa yang kita lakukan?
    takut mengganggu orang lain?
    atau ga yakin dengan apa yang kita lakukan?

    mendingan diem dulu di kamar mandi, jongkok, dan renungkan apa yang enaknya dilakukan?

    *mangkane ojo gawe 2 tak, mesisan 4 tak ae, lek perlu matic… ga usah gigi-gigi’an

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s