BODONG…!

Jadi orang cerdas, punya karir bagus atau jadi pengusaha sukses, hingga materi tergenggam. Itulah celoteh basi yang sering berseliweran di telinga ini seperti suara nyamuk di kamar kos ku. Saya yakin sebagian besar orang berambisi untuk itu. Selalu ada tempat bagi orang – orang cerdas. Selalu ada modal bagi mereka yang mampu.

Beberapa minggu yang lalu saya kembali ke surabaya dari malang. Tak seperti biasa saya berangkat agak malam waktu itu. Sekitar setengah delapan bus yang saya tumpangi meluncur meninggalkan kota Malang yang dingin. Karena hari minggu jadi penumbangnya lumayan rame, sampai ada yang berdiri segala. Saya coba membetulkan posisi diuduk, tidak nyaman rasanya posisi duduk saya. Karena saya harus berbagi kursi dengan dua orang lain disebelah saya. Dalam perjalanan waktu itu, lumayan banyak pedagang asongan dan pengamen yang bergilir “tampil” dihadapan penumpang. “Permisi pak sopir, pak kernet dan pak kondektur.” ” jumpa kembali dengan pengamen jalanan, dari pada nganggur jadi copet jadi rampok mending kami mengamen menghibur penumpang sekalian.” begitulah kira-kira salam khas para penngamen dalam bus malam itu. Bermodal gitar butut yang suaranya tak lagi nyaring, pengamen itu tetap bersemangat melantunkan lagu meski wajahnya nampak lelah. Dari wajahnya terpancar secercah harapan, bahwa malam ini ia akan dapat tambahan pengasilan di bus ini.

Saya iri melihat semangat para pedagang asongan dan pengamen yang malam itu menemani perjalanan ku dari malang menuju surabaya. Meski tak banyak yang peduli dengan keberadaan mereka di bus itu mereka tetap antusias menawarkan dagangannya. Suara bising mesin bus juga tak menyurutkan semangat pengamen itu untun mendendangkan lagu. Mereka bersemangat demi sebuah harapan esok hari. Tak tahu pasti apakah mereka punya keluarga atau sebatang kara. Sejenak saya teringat masalah-maslah yang menggagu benakku dalam satu minggu ini. Saya merasa bebean ini terlalu berat. Saya merasa tidak cukup mendapat keadilan. Saya sering mengalami kegagalan bukan karena saya bodoh atau tidak berusaha. Tapi yang menyakitkan bagi saya adalah kegagalan itu lebih disebabkan karena materi.

Banyak orang bilang, jangan jadikan materi sebagai alasan, kalo kita mau berusaha pasti ada jalan. Sudah puluhan kali kiranya saya mendengar ocehan seperti itu. Bukan maksud saya untuk menyalahkan kalimat basi tersebut. Tapi setidaknya yang saya alami adalah memang seperti itu. Materi adalah “penjegal” kesuksesan ku. Malam itu seakan saya “ditampar” dengan keberadaan pengamen dan pedagang asongan itu. Mereka begitu semangat mengarungi hidup yang begitu keras. Disatu sisi mereka masih punya semangat dan tawa. Tiba-tiba muncul pertanyaan dalam benak saya, Apa benar hidup ini harus dibikin gampang, nyantai, dan gak perlu dibipikirin banget?

Apakah benar hidup yang cuma sekali ini benar-benar harus dinikmati? apapun kondisi kita mau miskin, mau kaya. Benarkah hak-hak kita untuk menikmati hidup sudah dicaplok sebagian dari kita yang juga sama-sama manusia. Apakah istilah “londo ireng” kembali muncul, sehingga carut marut hidup ini makin menjadi. Satu lagi, apakah mereka yang cerdas, yang berkaris bagus, dan sukses yang tahu dan bisa nikmati hidup? Lalu siapa yang bisa menjawab kenapa sebagian orang diberi gelar bodoh, pecundang, dan sial.

Advertisements

2 responses to “BODONG…!

  1. tanpa materi awak dewe sek duwe awak… (awak thok, ga ono sirah?)
    tapi yo ngono kdang2 materi menjadi ‘faktor utama’ nang kesuksesan awake dewe…

    yo aku dewe rodo bingung kadang2… tapi alhamdulillah sampe’ saiki awak dewe diwenehi pikiran, kesehatan, dan rejeki… untuk menikmati hidup…

    semangat crut… !!!!

  2. ileng aku bien rul. numpak bis malang surabaya…..jadi kangen sama numpak bis :(, materi lek digoleki iku koyok awak dewe ngombe banyu laut…., bukan maksud untuk halangi wong sogeh…hasil ndak perlu dipikir nikmati proses ajaaaaaaa. otre…..sambil berpikir kreatif, inovatif, plus banyak berdoa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s