BOLA MAKIN PANAS (catatan menuju Final Ligina)

Tiga hari ini aku ngikutin berita tentang kembali kisruhnya pentas bola nasional. Entah siapa yang memuali, yang jelas bentrok kembali terjadi. Dan tragisnya, bentrok kali ini merenggut satu korban tewas. Dan lagi-lagi PSSI sebagai otoritas tertinggi sepak bola di negeri ini ngeles dan berbahasa dengan seribu alibinya. Mereka beralasan ini, itu. Ya… boleh lah mereka beralibi dan membela diri. Tapi sampai kapan?

Masih belum hilang dari ingatan kita tragedi Kediri, atau (mungkin tidak banyak di sorot) aksi saling lempar di semi final copa dji sam soe,antara suporter perrsija dengan persipura. Satu hal yang membuat saya kecewa, yaitu pernyataan Sekjen PSSI Nugraha Besoes pada acara di SCTV (saat itu pasca kerusuhan kediri). Dia menyampaikan bahwa memang suporter kita seperti itu (rusuh) mulai dulu. Menurut saya, pernyataan itu menunjukkan PSSI tidak membenahi hal tersebut, dan terkesan membiartakn semua itu. Padahal saai itu ada Menteri Pemuda dan Olahraga, pengamat sepak bola, dan perwakilan suporter. Saat itu menpora menyatakaan, bahwa PSSI biberi waktu setahun untuk membenahi itu semua, dan kalau tidak pemerintah akan bertidak.

Ternyata, belum genap sebulan,bentrok kembali terjadi. Pantas saja hal itu membuat Menpora berang. Hinga akhirnya final Liga Indonesia “diusir” dari jakarta.

Sore ini, Final Liga Indonesia rencananya digelar di Stadion Jalak Harupat Bandung. Semoga Musim ini menjadi musim terakhir terhadap carut-marutnya kompetisi liga indonesia. Dan liga musim depan benar2 menjadi liga yang sebenarnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s